13 Pengusaha Muslimah Surabaya Tampil Jadi "Peragawati Dadakan"

Iklan

13 Pengusaha Muslimah Surabaya Tampil Jadi "Peragawati Dadakan"

@surabayaaktual
27/07/19
Surabayaaktual.com - Sebanyak 13 ibu muda yang tergabung dalam organisasi IPEMI (Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia) Kota Surabaya tampil sebagai "Peragawati Dadakan".

Mereka tampil pada salah satu rangkaian acara Surabaya Cross Culture International Folk and Art Festival 2019 yang berlangsung di Ciputra World Surabaya, Rabu (24/07/19) malam.

"Tidak tanggung-tanggung para peragawati itu tampil mengenakan busana glamour model kebaya dan busana klasik yang didesain oleh Dyan Nugra dengan assesoris Hana," kata Ketua IPEMI Kota Surabaya, Yulianingsih.

Terlihat, mereka tidak mau kalah dengan para peragawati professional. Para pengusaha muslimah ini tampil di panggung dengan percaya diri. Para peraga busana ini, adalah para wanita mandiri yang tergabung anggota IPEMI Surabaya.

Yulia menyatakan bangga melihat tampilan anggotanya di panggung. "Para peragawati kami itu adalah Rhia, Ira, Dilla, Lusi, Nurul, Lilik, Chayani, Wiwin, Tuti P, Tutie, Rini dan Ayu," paparnya.

Kegiatan peragaan busana yang ditampilkan IPEMI Surabaya itu mendapat respon positif dari penonton yang ramai di Ciputra World. Bahkan, sebagian penonton dari mancanegara sangat terpukau dengan penampilan mereka.

Kendati demikian, ke depannya Yulia memastikan akan terus membina anggotanya. Selain di bidang busana, juga kegiatan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), dan bisnis lain yang digeluti oleh para pengusaha Muslimah dari Kota Surabaya ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menyampaikan, pada kesempatan ini, IPEMI Kota Surabaya tampil dengan memperkenalkan budaya Nusantara. Selain IPEMI Surabaya, partisipasi dan keikutsertaan para seniman dan budayawan di Kota Surabaya, juga luar biasa.

"Apalagi tahun ini cross culture lebih ramai dibandingkan tahun sebelumnya. Peserta dari mancanegara ada 248 peserta dan dari dalam negeri 94 peserta," kata Antiek, Kamis (25/07/19).

Sebagai diketahui, Festival Lintas Budaya ini, berlangsung selama lima hari, yakni 21 - 25 Juli 2019. Perhelatan ini diikuti peserta dari 13 negara dan 6 provinsi di Indonesia. Ke 13 Negara itu adalah Jepang, India, Polandia, Ceko, Timor Leste, Bulgaria, Uzbekistan, Russia, Mexico, Thailand, Italy, Busan (Korea Selatan) dan Guangzhou (Tiongkok).

Sedangkan dari dalam negeri, ada 5 lintas provinsi, yakni Jawa Barat, Kabupaten Banggai, Kota Pangkalpinang, Kota Solok dan Kabupaten Mengwi. (a1)