Polda Jatim Sita 50 Kilogram Sabu dari Jaringan Narkoba Asal Madura

Iklan

Polda Jatim Sita 50 Kilogram Sabu dari Jaringan Narkoba Asal Madura

@surabayaaktual
31/07/19
Surabayaaktual.com - Kepolisian Daerah Jawa Timur menyita setidaknya 50 kilogram narkotika jenis sabu dan 99 butir ekstasi dari jaringan mafia narkoba asal Madura.

Dari kasus tersebut, petugas berhasil menangkap lima orang tersangka, empat diantaranya laki-laki dan satu perempuan, yakni SH, JH, S, N dan, NAH.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, penangkapan terhadap para pelaku ini dilakukan selama kurun waktu lima bulan terakhir. Mereka ditangkap tidak dalam waktu yang bersamaan.

"Jadi selama 5 bulan ini kita memang sengaja diamkan dulu, setelah semua jaringan terungkap baru kita berani ekspose," kata Kapolda saat menggelar konferensi pers di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Rabu (31/07/19).

Menurutnya, narkoba tersebut dibawa masuk ke Indonesia melalui Pontianak hingga Riau, baik melalui jalur udara, darat, maupun laut.

Kemudian barang itu dibawa ke Surabaya dan masuk ke wilayah Madura, tepatnya di Sokobanah, Sampang, Jawa Timur.

Setelah sabu tersebut masuk ke Sokobanah, narkoba yang telah diamankan dipilah untuk kemudian dikirim ke sejumlah daerah di Indonesia.

Kapolda menjelaskan, para tersangka ini ditangkap satu persatu dalam waktu dan tempat yang berbeda. Namun setelah pihaknya melakukan pengembangan  penyelidikan, para tersangka ini ternyata masih satu jaringan.

"Jadi mereka ini bagian dari sindikat pengedar narkoba. Setelah dilakukan pengembangan kasus, ternyata asalnya dari Madura dan masuknya dari Malaysia," katanya.

Ia menambahkan, para tersangka yang ditangkap rata-rata berperan sebagai bandar dan distributor narkoba. Bahkan, salah satu bandar diketahui memiliki rekening dengan nilai transaksi hingga Rp 20 miliar.

Dari data yang dirilis Polda Jatim, polisi telah melakukan penangkapan dan penyitaan narkoba. Diantaranya, pada 13 Februari, polisi menyita 14 kilogram sabu yang diselundupkan melalui jalur ekspedisi. Kemudian, pada 5 Maret polisi menyita 800 gram sabu yang diselundupkan ke dalam drum cat.

Lalu, pada 5 dan 8 April, polisi menyita 6 kilogram dan 4 kilogram sabu yang juga diselundupkan melalui drum cat. Kasus lalu dikembangkan dan polisi kembali menyita 10 kilogram sabu pada 9 April. Kemudian, pada 10 April polisi menangkap JH dan S di Sampang Madura dan menyita 99 pil ekstasi.

Lantas pada 23 Juli 2019, polisi menangkap perempuan berinisial N di Sampang, Madura dengan barang bukti 3 kilogram sabu. Lalu dikembangkan lagi dengan hasil penyitaan 22,13 kilogram sabu.

"Satgas khusus ini akan terus bergerak untuk menguak jaringan narkoba di Jawa Timur. Dari kasus ini, satgas berhasil mengamankan empat tersangka laki-laki dan satu tersangka perempuan," pungkasnya. (A1)