DKPP Surabaya Periksa Kelayakan Hewan Kurban

Iklan

DKPP Surabaya Periksa Kelayakan Hewan Kurban

@surabayaaktual
05/08/19
Surabayaaktual.com - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya mulai Selasa, (6/08/2019) melakukan pemantauan langsung hewan-hewan kurban yang dijual di sejumlah wilayah di Surabaya.

Kabid Peternakan dan Penyuluhan DKPP Surabaya, Meita Irene Wowor, mengatakan, bahwa pemantauan akan dilaksanakan dari Mulyosari kemudian menyisir ke kawasan lainnya.

Dalam pengawasan di lapangan, sedikitnya 10 petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang akan diturunkan. “10 petugas nanti akan menyebar ke daerah lainnya,” kata Meita, Senin, (05/08/19).

Meita menjelaskan, pemantauan ke sejumlah lokasi penjualan hewan kurban dilakukan hingga menjelang Hari Raya Idul Adha pada Minggu (11/08/19). Sehari sedikitnya ada empat lokasi yang dipantau.

Mendekati hari H, pemeriksaan hewan-hewan akan dilakukan secara terpadu dengan Persatuan Dokter Hewan Indoneia (PDHI) Jatim.

Meita menyebut, berdasarkan data tahun sebelumnya, di Surabaya terdapat lebih dari seratus tempat penjualan hewan qurban. “Kalau sekarang juga banyak,” katanya.

Menurutnya, selain memeriksa kesehatan ternak kurban, para petugas juga akan memeriksa kelayakannya untuk kurban. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, penyakit yang diidap hewan kurban tak ada yang fatal.

“Kebanyakan iritasi mata karena kena debu. Kemudian diare, disebabkan angin atau tempatnya yang berbeda dengan sebelumnya,” paparnya.

Hewan kurban yang dijual di Surabaya rata-rata berasal dari sejumlah kota di Jawa Timur, diantaranya Probolinggo, Malang, Lamongan, dan Gresik.

Kabid Peternakan ini juga menyampaikan, bahwa untuk menjaga kebersihan, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke para pedagang mengenai lokasi-lokasi yang tak diperkenankan sebagai area penjualan, yakni di fasilitas umum serta di dekat daerah aliran sungai (DAS). “Tiap tahun kita sampaikan ini,“ katanya.

Selama ini, menurutnya, para pedagang telah mengikuti ketentuan yang ada. Hanya saja, tempat penjualan kandang berubah dari tahun yang lalu.

"Tidak bisa terus di situ, soalnya oleh pemilik tanah kan bisa sudah dimanfaatkan untuk yang lain,” pungkasnya. (a1)