Pemkot Cover Biaya Pengobatan Pasien Kanker di Surabaya

Iklan

Pemkot Cover Biaya Pengobatan Pasien Kanker di Surabaya

@surabayaaktual
03/08/19
Surabayaaktual.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan telah menanggung biaya pengobatan pasien penderita kanker. Hingga bulan Juli 2019 tercatat, sebanyak 2730 pasien penderita kanker di Surabaya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, pasien penderita kanker di Surabaya paling banyak adalah kanker payudara dan serviks. Kemudian kanker nasofaring dan paru-paru.

"Beberapa besar kurang lebih dari sekian juta (penduduk -red), kurang lebih 0,1 persen (pasien kanker -red) dari total penduduk Kota Surabaya," kata Feni sapaan lekatnya, Sabtu (03/08/19).

Menurutnya, rata-rata pasien kanker di Surabaya sudah ditanggung biaya pengobatan oleh pemkot dengan bantuan berupa PBI (Penerima Bantuan Iuran). Yakni, kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Surabaya. "Semua dicover oleh Pemkot Surabaya," ujar Feni.

Selain menanggung biaya pengobatan pasien kanker, Pemkot Surabaya juga menyediakan fasilitas layanan paliatif di 63 Puskesmas yang tersebar di Kota Pahlawan.

Feni menjelaskan, layanan paliatif itu diantaranya adalah home care, yakni memberikan perawatan tidak hanya untuk fisik namun juga psikologi pasien. Tim dari Dinkes akan turun ke rumah-rumah pasien penderita kanker tersebut.

"Kalau mereka turun itu pasti tim. Ada dokter, perawat, psikolog dan ahli gizinya. Dimana nanti ketika mereka turun, semua memberikan sesuai dengan keilmuannya untuk perbaikan hidup dari pasien tersebut," jelasnya.

Tidak hanya itu, bahkan Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan gizi untuk pasien penderita kanker. Seperti susu dan makanan tambahan.

Sementara itu, Feni menyebut, bagi pasien kanker yang memasuki stadium akhir, Dinkes memberikan semangat dan terkait keimanan. Karena menurutnya, banyak pasien kanker yang baru tahu biasanya reject dengan diagnosa yang disebutkan. Sehingga pasien tersebut tidak berobat dengan benar.

"Makanya kita selalu memberikan edukasi tidak hanya kepada pasien (Stadium -red) akhir, tapi bagaimana kita memberikan pencegahan," paparnya.

Pencegahan datangnya kanker itu bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti tidak merokok, makan makanan yang sehat dan olahraga aktivitas setiap hari. (A1)