Sawunggaling Anak Dunia, Pentas Seni Kolaborasi Peserta Rumah Kreatif

Iklan

Sawunggaling Anak Dunia, Pentas Seni Kolaborasi Peserta Rumah Kreatif

@surabayaaktual
15/08/19
Surabayaaktual.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya bakal menggelar pertunjukan seni bertajuk “Sawunggaling Anak Dunia”. Acara tersebut, digelar pada Minggu (18/8/19), mulai pukul 08.00 Wib, di Taman Bungkul Surabaya.

Tontonan yang disutradarai oleh Cak Heroe Budiarto ini, merupakan hasil kolaborasi semua jenis kegiatan seni di Rumah Kreatif. Antara lain seni musik, teater, tari, pedalangan, macapat, sastra, topeng, mc Jawa, layang-layang, karawitan, jaranan, reog dan lukis.

Semua itu dikemas menjadi satu kolaborasi yang disuguhkan menjadi tontonan spesial untuk masyarakat berdurasi kurang lebih 80 menit.

Kepala Disbudpar Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menjelaskan, melalui pertunjukan seni ini penonton diajak untuk mengenal lebih dekat dengan sosok Sawunggaling. Sawunggaling atau yang dikenal dengan nama Jaka Berek adalah seorang satria gagah dan berani yang dilahirkan di desa Sambikerep Surabaya.

“Sebagai seorang ksatria yang tangguh, Jaka Berek bukanlah seorang anak yang gampang menyerah. Ia berani menghadapi segala macam masalah, tantangan, dan persaingan," kata Antiek.

Dari sosok pemuda desa yang banyak kekurangannya, ia tetap memiliki semangat dan keberanian, sehingga mampu bersaing dan meraih harapannya sebagai seorang Adipati Surabaya.

Oleh karena itu, Antiek berharap, sosok Jaka Berek tidak boleh berhenti sebagai legenda (cerita rakyat). Jaka Berek menjadi sebuah spirit otentik, karakter lokal budaya Surabaya yang direpresentasikan oleh Sawunggaling.

“Jika di jaman milenial ini Sawunggaling dibaca sebagai spirit, maka kita harus memiliki semangat belajar keras, berani menghadapi persaingan dengan negara-negara maju lain, tidak ada kata menyerah selain harus bekerja keras untuk menggapai cita-cita," katanya.

Menurut Antiek, Sawunggaling adalah sebuah simbol kekuatan lokal dan harapan menembus cita-cita yang mendunia sekalipun. Karena itu, melalui pertunjukkan itu, pihaknya berharap, anak-anak Surabaya harus berani bangkit, belajar dan bekerja keras.

“Semangat itu ibarat pelita yang tak boleh padam dalam sanubarinya. Semangat itu harus tetap menggelora meski apapun yang dihadapinya," pungkasnya. (A1)