Surabaya Great Expo 2019, Ajang Menaikkan Omzet

Iklan

Surabaya Great Expo 2019, Ajang Menaikkan Omzet

@surabayaaktual
16/08/19
Surabayaaktual.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini resmi membuka ajang tahunan yang bertajuk Surabaya Great Expo (SGE) 2019 di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Kamis (15/08/19).

Pameran yang dihelat selama lima hari itu, dimulai sejak tanggal 14 – 18 Agustus 2019. Menariknya, dalam SGE tahun ini, Pemkot Surabaya bersinergi bersama Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Kota Surabaya. Sehingga produk yang dipamerkan pun lebih lengkap.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, untuk menjaga pergerakan ekonomi Surabaya supaya tetap stabil, dilakukan berbagai upaya. Upaya tersebut bertujuan agar pergerakan ekonomi tidak hanya ramai saat ada pameran saja.

“Karena itu kemudian saya membuat acara ini dan digabungkan dengan Dekranasda itu pada bulan Agustus,” kata Wali Kota Risma di sela sambutannya.

Ia menilai, yang paling penting dari kegiatan ini adalah bagaimana terus mengembangkan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) di Indonesia, khususnya Kota Surabaya. Karena itu, ia berharap, melalui kegiatan pameran seperti ini dapat mengundang buyer-buyer dari luar Kota Surabaya, bahkan mancanegara.

“Ini adalah ajang untuk menaikkan omzet dan produk mereka untuk lebih dikenal dan dikonsumsi masyarakat. Saya berharap bisa mengundang dari luar Kota Surabaya untuk bisa menjadi buyer dimulai dari event ini,” harapnya.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya, Wiwik Widayati menyampaikan, selama dua hari animo kedatangan masyarakat diluar dugaan. Masyarakat berbondong-bondong datang dari mulai buka sampai tutup masih ramai.

“Ramai, animo masyarakat sangat luar biasa,” kata Wiwik di sela-sela pameran.

Ia menjelaskan, tahun ini Surabaya Great Expo diikuti 184 peserta dengan 197 stand. Mereka terdiri dari pelaku UMKM, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta berbagai sektor pengusaha-pengusaha lain.

“Ada 20 an peserta dari luar Kota Surabaya, seperti NTT (Nusa Tenggara Timur), NTB (Nusa Tenggara Barat), Mataram, dan Sumbawa itu ikut semua,” pungkasnya. (hn/a1)