Polrestabes Surabaya Backup Penuh Langkah Pemkot Terapkan Permendag 51 Tahun 2015

Iklan

Polrestabes Surabaya Backup Penuh Langkah Pemkot Terapkan Permendag 51 Tahun 2015

@surabayaaktual
21/09/19
Kasubnit Tindak Pidana Ekonomi, Satreskrim Polrestabes Surabaya, Ipda M. Shokib (Batik Cokelat) | Foto: Istimewa

Surabayaaktual.com - Polrestabes Surabaya mendukung penuh langkah Pemkot Surabaya dalam menerapkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 51 Tahun 2015, tentang aturan larangan penjualan pakaian impor bekas.

Bahkan, jajaran Polrestabes Surabaya bersama pemkot gencar melakukan sosialisasi dan sidak ke beberapa kawasan penjualan pakaian impor bekas.

Kasubnit Tindak Pidana Ekonomi, Satreskrim Polrestabes Surabaya, Ipda M. Shokib menegaskan, pihaknya akan terus membackup kegiatan Pemkot Surabaya dalam rangka menerapkan aturan larangan perdagangan pakaian impor bekas.

"Kami dalam hal ini adalah membackup pemkot untuk melakukan sosialisasi. Karena amanat UU No 7 Tahun 2014 tentang perdagangan, yang dilarang adalah importirnya," kata Ipda Shokib saat ditemui, Jum'at (20/09/19).

Apalagi, pihaknya menilai bahwa lambat laun penjualan pakaian impor bekas di Surabaya ini sudah mendarah daging di masyarakat.

“Sehingga apabila langsung ditegakkan secara frontal kepada pedagang yang kecil-kecil ini (PKL), pasti akan menimbulkan efek sosial yang besar,” katanya.

Maka dari itu, pihaknya bersama Pemkot Surabaya akan mengedepankan upaya-upaya secara persuasif kepada para pedagang itu.

Salah satunya dengan menyampaikan sosialisasi secara langsung di lokasi penjualan, serta melakukan pembinaan bersama dengan cara mengumpulkan para pedagang tersebut.

Pihaknya berharap, para pedagang pakaian impor bekas itu bisa beralih ke usaha atau pekerjaan lain yang tidak dilarang dalam undang-undang.

“Di lapangan kami juga sudah bergerak, bertindak bersama pemkot mendatangi langsung kepada para pedagang," terangnya.

Bahkan, Ipda Shokib memastikan, ke depan akan terus melakukan kegiatan sosialisasi tersebut. Pihaknya bersama pemkot menargetkan Surabaya zero dari penjualan pakaian impor bekas

"Langkah ini akan terus kami lakukan sampai targetnya zero pedagang pakaian impor bekas,” jelasnya. (A1)