Dianugerahi Doktor Honoris Causa oleh Universitas di Korsel, Wali Kota Risma: Ini untuk Warga Surabaya

Iklan

Dianugerahi Doktor Honoris Causa oleh Universitas di Korsel, Wali Kota Risma: Ini untuk Warga Surabaya

@surabayaaktual
01/10/19
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Tongmyong University, di Busan Korea Selatan, (30/09/19).

Surabayaaktual.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendapat gelar Doktor Kehormatan di bidang arsitektur dari Tongmyong Univercity, di Busan Korea Selatan, (30/09/2019).

Gelar ini disematkan karena kontribusi Wali Kota Risma dan perhatiannya terhadap pembangunan Kota Surabaya. Selain itu, perannya sebagai Presiden UCLG Aspac yang turut mengajak kota lain untuk maju, juga menjadi alasan pemberian gelar ini.

Gelar ini merupakan yang kedua kali ia terima, setelah sebelumnya Honoris Causa diperoleh dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya pada tahun 2015 silam.

Dalam sambutannya, Wali Kota Risma mengucapkan terima kasih kepada Rektor dan Komite Universitas Tongmyong atas penganugrahan gelar yang disematkan padanya. Selain itu, ucapan terima kasih juga disampaikan untuk warga Surabaya yang sudah bersama-sama dalam mengembangkan kota.

“Bapak ibu yang terhormat, Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia dengan populasi 3,4 juta jiwa, kota ini berperan sebagai pusat pengembangan di Indonesia timur. Itu lah mengapa ruang publik menjadi salah satu prioritas kami,” kata dia mengawali sambutannya.

Ia menjelaskan ruang publik yang ada di Surabaya sangat beragam. Salah satunya adalah taman kota yang menjadi tempat rekreasi yang murah dan menunjang interaksi warganya.

Menurutnya, dengan membangun taman kota, maka secara bersamaan pula ia membangun peluang bagi masyarakat untuk saling melakukan interaksi. “Pembangunan taman ini memiliki banyak manfaat,” katanya.

Alhasil, dari tahun ke tahun kuantitas ruang terbuka hijau di Surabaya terus mengalami peningkatan. Wali kota Risma memastikan, selama tahun 2018 jumlah ruang terbuka hijau mencapai 21,94 persen. Selain itu, dalam disertasinya, ia juga menjelaskan tentang penataan kota, taman umum dan taman di sepanjang tepi sungai menjadi sangat penting.

“Dalam melakukan managemen perkotaan, memang sangat kompleks karena melibatkan banyak sektor dan pemangku kepentingan,” imbuhnya.

Oleh karena itu, bagi dia pembangunan yang dilakukan harus mampu menjembatani dua aspek. Yaitu aspek fisik dan non-fisik.

“Aspek fisik adalah infrastruktur perkotaan, sedangkan aspek non fisiknya ialah sumber daya manusia dan ekonomi kota,” kata Presiden UCLG Aspac ini.

Pada kesempatan itu, Wali Kota perempuan pertama di Surabaya juga memaparkan, bahwa Surabaya telah mencapai lebih dari 30 persen ruang hijau publik sesuai dengan undang-undang yang merupakan sinergi dari pemkot. “Ini semua berkat masyarakat dan sektor swasta yang memiliki tujuan sama,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Tongmyong Dr. Jung Hong Sup, mengatakan, Wali Kota Risma adalah seorang birokrat yang berbeda. Setiap pembangunan yang dilakukan, tidak hanya sebatas fisik saja namun terdapat falsafahnya.

“Bu Risma sangat mencintai hubungan Busan dengan Surabaya. Tidak hanya itu, pertukaran pelajar dari Kota Surabaya pun sering dilakukan,” kata Jung Hong Sup.

Ia berharap dari kerjasama sister city yang sudah 25 tahun ini, Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Busan terus meningkatkan kerjasamanya di berbagai bidang. Seperti bidang, pendidikan, ekonomi, lingkungan dan lalu lintas umum.

“Semoga berikutnya lebih banyak masyarakat Surabaya yang melanjutkan studi di Universitas Tongmyong, terlebih universitas ini menonjolkan Information Communication Teknologi (ICT),” pungkasnya. (Hn/ Rf)