RSUD BDH Surabaya Bakal Dilengkapi Fasilitas Kedokteran Nuklir

Iklan

RSUD BDH Surabaya Bakal Dilengkapi Fasilitas Kedokteran Nuklir

@surabayaaktual
27/10/19
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada (BDH) Surabaya | Istimewa

Surabayaaktual.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bhakti Dharma Husada (BDH) bakal dilengkapi fasilitas kedokteran nuklir. Rencananya, fasilitas ini mulai diterapkan pada 2020 mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan selama ini, pasien-pasien yang membutuhkan penanganan selalu keluar kota, terutama pasien penyakit kanker. Sebab, di Surabaya hanya ada di RSU Dr Soetomo.

“Itu lah mengapa kita buat kedokteran nuklir ini, supaya warga Surabaya tidak perlu keluar kota untuk mendapatkan pelayanan ini,” kata Feni sapaan lekat Febria Rachmanita beberapa waktu lalu.

Feni mengungkapkan, jumlah penderita kanker payudara tahun 2018 mencapai 5.635 jiwa. Kemudian tahun 2019, mengalami penurunan menjadi 3.896 jiwa. Sementara itu, penyakit tertinggi setelah kanker adalah hiperteroid dan keganasan liver.

“Penyakit semacam ini dapat diterapi menggunakan kedokteran nuklir, sehingga ini sangat penting untuk warga Kota Surabaya,” ujarnya.

Maka dari itu, pihaknya memastikan bahwa pembangunan fasilitas kedokteran nuklir ini sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Bahkan, dalam setiap prosesnya, selalu didampingi oleh pihak kepolisian, kejaksaan, tim ahli nuklir, akademisi dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).

“Jadi, kami tidak sendirian, karena didampingi oleh para ahlinya langsung. Termasuk terkait dengan alur layanan nuklir di RS BDH. Jadi, pelayanan ini sudah pasti aman dan tidak ada dampak untuk masyarakat di sekitar rumah sakit,” tegasnya.

Sementara itu, Ahli kedokteran nuklir RSUD dr Soetomo, dr Stepanus Massora SpKN yang nantinya akan menjadi dokter di BDH itu mengatakan, kedokteran nuklir ini tidak hanya untuk mengobati penderita kanker saja. Pasalnya, setiap penyakit kanker itu memiliki cara terapi yang berbeda-beda.

"Nah, ada salah satu penyakit kanker itu hanya bagus pengobatannya dengan kedokteran nuklir. Salah satunya adalah kanker payu darah,” kata Stephanus.

Ia menjelaskan, nantinya teknis pengobatannya juga berbeda-beda tergantung jenis kankernya. Ada yang diminum, disuntikkan, dan ada pula yang dihirup. “Jadi, cara penanganan setiap kanker itu berbeda-beda. Teknisnya pun berbeda-beda,” jelasnya. (Rf/A1)