KPU Surabaya Ingin Perempuan dan Penyandang Disabilitas Isi Posisi Badan Ad Hoc

Iklan

KPU Surabaya Ingin Perempuan dan Penyandang Disabilitas Isi Posisi Badan Ad Hoc

@surabayaaktual
31/12/19
Komisioner KPUD Jawa Timur (Jatim), Rohani | Foto: DAP

Surabayaaktual.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, berkeinginan memakai tenaga perempuan dan penyandang disabilitas, dalam pengisian posisi badan ad hoc penyelenggaraan. Khususnya, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 31 Kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), pada Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020.

Komisioner KPUD Jawa Timur (Jatim), Rohani mengatakan, peran perempuan dan disabilitas sudah diamanatkan dalam peraturan yang ada sehingga perlu untuk dilaksanakan.

"Dalam aturan memang sudah disampaikan bahwa ada kuota 30 persen untuk perempuan. Dan juga ada peluang bagi disabilitas untuk juga bisa masuk dalam badan ad hoc tersebut," kata Rohani di Kantor KPU Kota Surabaya, Senin (30/12/19),

Namun, menurutnya, sejauh ini terbilang sulit untuk memenuhi hal tersebut. Meski begitu, KPUD Jawa Timur terus berupaya agar nantinya para perempuan bisa terlibat dalam pilkada dengan duduk sebagai anggota PPK, PPS maupun KPPS.

"Selama ini memang sulit untuk mewujudkan kuota tersebut. Banyak hal yang mempengaruhi khususnya dari sisi fisik. Misal kehamilan dan juga kesehatan. Jangan sampai kemudian kita menutup mata terhadap kondisi tersebut karena bisa berbahaya, misal yang tengah hamil. Kita tidak bisa memaksakan mereka jadi anggota badan ad hoc meski telah lolos semua rangkaian seleksi," imbuhnya.

Sementara itu, Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Surabaya, Subairi mengatakan, bahwa di setiap pendaftaran PPK maupun PPS dalam setiap pemilu selalu sepi peminat. Untuk itu, ia berharap dalam rangka penyelenggaraan Pilkada Surabaya 2020 ini tingkat partisipasi masyarakat tinggi.

"Berkaca pada Pilkada Jatim 2018, pendaftar terbanyak ada di Kecamatan Wonokromo. Itu pun jumlahnya hanya 24 orang," kata Subairi.

Namun dengan pengalaman yang ada, kata dia, KPU Kota Surabaya akan terus melakukan sosialisasi, agar banyak masyarakat yang ingin mendaftar PPK maupun PPS.

"Kami terus sosialisasi pendaftaran PPK/PPS/KPPS ke masyarakat. Ini dilakukan agar pendaftarnya banyak dan terpilih yang berkualitas," imbuhnya.

Terkait jadwal pendaftaran, KPU Kota Surabaya membagi jadwal pendaftaran menjadi dua gelombang, yakni untuk PPK mulai 15 Januari hingga 14 Februari 2020, sedangkan PPS 15 Februari hingga 14 Maret 2020. (DAP/An)