Belum Genap Sebulan, Satreskoba Polrestabes Surabaya Ungkap 23 Kasus Peredaran Narkoba

Iklan

Belum Genap Sebulan, Satreskoba Polrestabes Surabaya Ungkap 23 Kasus Peredaran Narkoba

@surabayaaktual
29/04/20
Petugas saat menunjukkan barang bukti narkoba peserta para tersangka (Foto: tangkapan layar)

Surabayaaktual.com - Meski di tengah pandemi Covid-19, rupanya tidak menyurutkan semangat anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya. Mereka tetap menunjukkan eksistensinya memberantas peredaran narkoba di Kota Surabaya ini.

Hal ini terbukti, pada April 2020 saja Satreskoba Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap 23 kasus dan mengamankan 31 tersangka.

Barang bukti yang diamankan dari seluruh tersangka pun cukup luar biasa. Total ada 11,2 kilogram narkoba jenis sabu-sabu, 7600 butir pil ekstasi, 280 butir pil happy five (H5), 24 ribu butil pil koplo jenis LL, dan beberapa gram ganja kering siap edar.

"Dari 31 tersangka, hampir semua berperan sebagai pengedar. Adapun yang merupakan kuda (kurir, red), juga nyambi sebagai pengedar langsung," kata Kasatreskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian, saat konferensi pers melalui daring, Rabu (29/04/2020) siang.

Memo menegaskan, meski saat ini Kota Surabaya sedang dilanda pandemi covid-19, pihaknya tidak akan sedikitpun lengah. Bahkan, dia tidak akan segan untuk memberi tindakan tegas dan terukur bagi para penjahat narkoba yang mencoba bermain di Surabaya.

"Akan kami tindak tegas dan tidak pandang bulu. Dari semua tersangka sebagian juga sudah kami tindak tegas karena berupaya melawan saat anggota melakukan penangkapan. Kalau mengedarkan di sini (Surabaya, red) siap siap saja," tegas alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2002 itu.

Barang bukti (BB) narkoba yang berhasil diamankan dari salah satu tersangka (Foto: Istimewa)

Dari hasil penyelidikan terungkap, hampir seluruh bos jaringan para tersangka ini merupakan seorang napi. Mereka tersebar di beberapa lapas di Jawa Timur. Para napi inilah yang memberi kendali atau perintah ke para pengedar dan kurir untuk menjalankan bisnis di luar tahanan.

Seperti hasil ungkap terbaru yang dilakukan tim gabungan unit Idik III dan Tim Khusus (Timsus). Berawal dari penangkapan tersangka inisial SR (39), di rumahnya Krian, Sidoarjo.

Dari penangkapan itu, petugas menyita barang bukti 2,5 ons narkoba jenis sabu-sabu, 500 butir pil ekstasi, 52 butir ekstasi berbentuk kapsul, 280 butir pil happy five.

Dari hasil pengakuan SR, petugas kembali bergerak melakukan penyelidikan ke jaringan lebih tinggi (bandar, red). Hasilnya, petugas berhasil mengamankan seorang bandar narkoba, pada Jumat (17/04/2020) petang. Tersangka  adalah HW (22), warga Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.

HW dibekuk di tempat kos Dusun Bringin Wetan, Desa Bringin Bendo, Kecamatan Taman Sidoarjo. Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti cukup luar biasa. Tidak tanggung-tanggung, ada total 2,1 kilogram sabu dan 165 ribu butir pil koplo jenis LL serta ganja.

Di hadapan penyidik, HW mengaku sudah beberapa bulan terakhir menjalankan bisnis haram ini. Seperti tersangka SR, HW juga bekerjasama dengan napi di Lapas Pamekasan untuk mengedarkan narkoba.

"Sudah beberapa bulan ini pak. Tapi belum pernah dapat upah. Masih biaya operasional saja," ujar HW.


Penulis: DAP
Publisher: A1