Wow! Aulia Fashion Produksi #100JutaMaskerChallenge Cegah Covid-19

Iklan

Wow! Aulia Fashion Produksi #100JutaMaskerChallenge Cegah Covid-19

@surabayaaktual
02/04/20
Masker hasil produksi Aulia Fashion | Istimewa

Surabayaaktual.com - Jagad media sosial kembali diramaikan dengan viralnya postingan dari akun twitter @renaldpjs tentang Aulia Fashion yang akan memproduksi 100 juta masker untuk masyarakat Indonesia.

Hingga hari ini, Kamis (02/04/2020), postingan tersebut telah di re-tweet sebanyak 700 kali. Dalam postingan tersebut, tertulis bahwa tim Aulia Fashion rela menghentikan produksi brand gamis demi menuntaskan produksi 100 juta masker yang akan diberikan secara gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Setelah dikonfirmasi, hal tersebut dibenarkan oleh Suseno Budi Prasetyo, Owner Aulia Fashion. Pria yang berdomisili di Surabaya ini membenarkan bahwa perusahaannya memang membuat program produksi 100 juta masker untuk cegah Covid-19.

“Memang benar perusahaan kami tengah membuat tantangan untuk produksi #100JutaMaskerChallenge. Challenge ini adalah sebuah tekad demi memberikan bantuan kepada masyarakat di seluruh Indonesia dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19,” kata Budi saat dikonfirmasi, Kamis (02/04/2020).

Ia mengungkapkan, dalam produksinya pihaknuya melibatkan sebanyak 200 tenaga penjahit, serta 87 tenaga kerja cutting dan gudang. “Pengerjaan dimulai sejak tanggal 22 Maret. Hingga saat ini, masih selesai sebanyak 13 ribu masker dan disebar oleh 100 relawan,” ungkapnya.

Meski memproduksi massal dengan jumlah yang super banyak, Budi juga tak ingin meremehkan segi kualitas masker yang akan diberikan secara cuma-cuma atau gratis ini.

“Kami menggunakan standart yang ditentukan oleh Universitas Cambridge, yaitu dengan kerapatan pori-pori masker yang tidak bisa meniup api jika memakai masker ini. Selain itu, kami memproduksi selama 24 jam penuh dengan sistem shift untuk para pekerja,” paparnya.

Selain beradu cepat dengan penyebaran virus, Budi mengaku bahwa pihaknya juga mengalami beberapa kendala dalam memproduksi masker tersebut.

“Para penjahit kami masih belum terbiasa memproduksi masker, sehingga dari kecepatan produksi sedikit terhambat. Selain itu, kami juga membutuhkan relawan untuk nantinya bersedia membantu membagikan masker kepada masyarakat terutama yang berada di red zone covid-19,” tuturnya.

Namun demikian, ia berharap, dengan adanya berbagai aksi tanggap darurat dari seluruh segmentasi masyarakat, wabah pandemi Covid-19 ini bisa segera mereda dan hilang dari Indonesia.


Laporan: DAP