Bebas dari Progam Asimilasi, Pasangan Jambret Didor di Kedua Kakinya

Iklan

Bebas dari Progam Asimilasi, Pasangan Jambret Didor di Kedua Kakinya

@surabayaaktual
20/05/20
Kedua pelaku (duduk) bersama kendaraannya saat diamankan kepolisian (Foto: Istimewa)

Surabayaaktual.com - Unit Reskrim Polsek Wonokromo Surabaya menangkap kedua pelaku kejahatan jalanan di Kota Pahlawan. Keduanya merupakan residivis dan baru saja bebas dari program asimilasi satu bulan lalu.

Kedua tersangka yakni, inisial TA alias Londo (33) warga Wonokromo dan RD (42) warga Solo yang kos di kawasan Jalan Pakis Tirtosari. Selain ditangkap, kedua tersangka ini juga dihadiahi timah panas di kedua kakinya.

Kapolsek Wonokromo, Kompol Chirstoper Adhikara Lebang mengatakan, kedua pelaku baru saja melalui progam asimilasi. Kedua bebas pada 6 April dan 7 April 2020 lalu.

"Tersangka TA dari Lapas Malang dan RD dari Lapas Tulungagung. Kedua kami bekuk di sebuah minimarket dan di rumahnya," kata Christoper, Rabu (20/5/2020).

Chistoper menjelaskan, meski kedua tersangka baru saja bebas melalui progam asimilasi, namun dalam sebulan itu sudah melakukan lebih dari empat kali kejahatan.

"Sejak mereka keluar ada sekitar 7 LP (Laporan Polisi), lima di kawasan Wonokromo dan dua dikawasan Tegalsari," ungkap Christoper.

Dalam aksinya, mereka selalu berkomplotan, yakni dengan tiga orang. Namun, dari tiga pelaku, hanya kedua pelaku sudah tertangkap.

"Ada tiga, yang dua sudah tertangkap dan satu masih DPO," lanjut Christoper.

Atas kejahatan kedua pelaku, polisi mengamankan beberapa barang bukti yakni 4 unit handphone, 1 unit motor Suzuki Satria bernopol L 5880 KB dan 1 unit motor honda beat bernopol L 2080 HE.

Kedua pelaku terancam dijerat pasal 363 KUHP dan 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan jambret dan curanmor. (Dap)