Dampak Covid-19 di Jatim, Tercatat 32.365 Pekerja Dirumahkan

Iklan

Dampak Covid-19 di Jatim, Tercatat 32.365 Pekerja Dirumahkan

@surabayaaktual
01/05/20
Ilustrasi pekerja industri (Source: Pixabay)

Surabayaaktual.com - Dampak dari pandemi Covid-19, jumlah pekerja di Jawa Timur yang dirumahkan mencapai 32.365 orang. Jumlah tersebut berasal dari 555 perusahaan yang sebagian besar melanda sektor Perhotelan dan Pariwisata.

Selain itu, pandemi Covid-19 juga berdampak terhadap sektor -sektor lain yang menyebabkan terjadinya PHK. Hingga akhir April terkumpul 5.348 pekerja dari 210 perusahaan di Jawa Timur.

Pernyataan ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam laman resmi tertulis pada Jum'at, (1/5/2020).

Gubernur menyebut, peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini diselimuti keprihatinan mendalam. Situasi darurat Covid-19 mengakibatkan tidak sedikit pelaku usaha yang merugi dan gulung tikar sehingga berimbas pada buruh. Namun, situasi ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di sekitar 213 negara dunia.

"Tidak ada yang menginginkan ini terjadi. Ini semua diluar kuasa kita sebagai manusia. Tidak hanya berat untuk para buruh tapi juga pelaku usaha. Semua merasakan dampaknya," kata Khofifah.

Tidak hanya itu, Gubernur juga menyebut, para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jatim pun ikut terimbas dampak Covid-19 ini. Total ada 1.895 orang PMI yang pulang akibat habis kontrak. Sedangkan, 386 lainnya, dipulangkan paksa (deportasi) dari negara tujuan pekerja.

Pandemi Covid-19 ini juga menyebabkan 4.801 calon PMI yang seharusnya berangkat ke luar negeri untuk bekerja namun negara penerima menolak kehadiran mereka. Dengan demikian para calon PMI tersebut menambah jumlah angka pengangguran di Jawa Timur.

"Tidak banyak yang bisa dilakukan. Ini tahun berat, karenanya saya pun meminta para buruh untuk bersabar dan menunggu hingga situasi kembali normal," tutur Gubernur.

Namun begitu, Gubernur memastikan, bahwa Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim tengah berupaya maksimal mengatasi persoalan ini. Salah satunya dengan meluncurkan kartu pra kerja sebagai social safety net. Dukungan yang diberikan Pemprov Jatim berupa pendirian helpdesk mempermudah akses pekerja terhadap kartu prakerja.

"Total ada 56 titik helpdesk yang terdiri atas 38 helpdesk di Disnaker Kab/Kota, 16 UPT BLK Disnakerprov Jatim, Kantor UPT P2TK yang beralih fungsi dan di kantor Disnakertrans Provinsi," paparnya.

Sementara untuk PMI, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim telah memfasilitasi kepulangan mereka ke daerah asal setelah sebelumnya diikutkan dalam rapid test Covid-19 setibanya di Jawa Timur.

Dalam peringatan hari buruh ini, Gubernur mendorong kepada para pengusaha yang masih menjalankan aktivitas produksi untuk tetap melindungi pekerja sesuai protokol kesehatan, meliburkan pekerja atau bekerja dari rumah.

Gubernur juga berharap ketika wabah ini mereda, pelaku usaha dapat kembali bangkit dan memanggil para pekerjanya lagi. Dengan begitu, tingkat kesejahteraan para buruh di Jatim pun tidak akan jatuh terlalu dalam.

"Kepada Komponen Pekerja, Pengusaha, Apindo untuk bekerjasama dan tetap berdoa agar badai Covid-19 ini segera berlalu dan kita segera melakukan pemulihan  ekonomi," tandasnya. (hms/a1)