Petualangan Bandar Narkoba Berakhir di Kamar Jenazah, 100 Kilogram Sabu Berhasil Disita

Iklan

Petualangan Bandar Narkoba Berakhir di Kamar Jenazah, 100 Kilogram Sabu Berhasil Disita

@surabayaaktual
13/05/20
Polrestabes Surabaya saat menggelar konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya (foto: istimewa)

Surabayaaktual.com - Petualangan IWS (30), warga Surabaya sebagai bandar narkoba akhirnya berakhir, setelah ditembak mati Tim Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Dia tewas ditembak setelah menyerang menggunakan senjata api (senpi) rakitan.

IWS disergap Tim Unit I Satresnarkoba Polrestabes Surabaya saat keluar dari sebuah apartemen di Surabaya pada Selasa (12/5/2020) dinihari. Dia tewas dalam perjalanan saat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara setelah tertembak. Jenazah IWS kemudian dibawa ke Kamar Mayat RSU dr Soetomo, Surabaya.

Penyergapan dipimpin Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian dan Kanit I Iptu Raden Dwi Kennardi. Saat beberapa personel mengantar jenazah IWS ke RSU dr Soetomo, personel lainnya menggeledah kamar apartemennya.

Dari kamar IWS, petugas menyita 100 kilogram atau satu kwintal narkoba jenis sabu dan 4000 butir pil happy five. Banyaknya sabu yang disita dalam satu kasus ini menjadi rekor baru di Polrestabes Surabaya bahkan Polda Jatim dan jajaran.

Prestasi Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho, Kasat Resnarkoba AKBP Memo Ardian dan anggotanya itu langsung diapresiasi Kapolda Jatim Irjen Pol Fadil Imran yang memimpin langsung pers rilis kasus itu di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (12/5/2020).

"100 kilogram ini merupakan angka pengungkapan yang fantastis untuk Polda Jawa Timur sampai dengan hari ini. Perlu rekan-rekan semua ketahui bahwa kehadiran saya selaku kapolda, yang pertama untuk mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada seluruh tim Satresnarkoba Polrestabes Surabaya yang sudah mengungkap jaringan ini," tutur Irjen Pol Fadil Imran.

Irjen Pol Fadil menegaskan, sesuai dengan arahannya kepada seluruh jajaran bahwa di masa pandemi Covid-19 ini, harus terus melakukan upaya penegakan hukum khususnya kejahatan-kejahatan yang mendapat perhatian luas dari publik.

Seperti narkotika, kejahatan jalanan seperti curat, curas dan curanmor serta kejahatan-kejahatan yang berkaitan dengan Covid-19 yaitu penimbunan alat kesehatan mulai dari masker, obat, vitamin dan sejenisnya serta penimbunan sembako.

"Ini membuktikan bahwa kami tidak tidur. Saya ingatkan kepada pelaku tindak pidana yang ada di Jawa Timur. Bahwa anggota Polda Jatim tidak tidur. Kami akan terus mengungkap, kami akan terus menindak, kami akan terus mengejar siapa saja pelaku kejahatan yang mencoba-coba untuk melakukan tindak pidana yang menjadi perhatian luas oleh publik," tegas Alumni AKPOL Tahun 1991 ini.

Irjen Pol Fadil juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho. Meski sudah akan meninggalkan Kota Surabaya, semangat Sandi untuk Jogo Suroboyo dan Jawa Timur tetap berkobar.

"Saya kira itu ya Pak Sandi. Dan apresiasi saya untuk Kasat Resnarkoba AKBP Memo Ardian dengan tim salam untuk seluruh anggota mudah-mudahan semangat ini terus dipertahankan dan dapat ditiru dan dicontoh oleh jajaran yang lainnya," ungkap mantan Dirtipid Siber Bareskrim Polri ini.

Irjen Pol Fadil juga mengungkapkan, dari pengungkapan itu ada satu tersangka yang diberi tindakan tegas terukur karena mencoba melawan anggota.

"Anggota juga mengamankan senjata rakitan jenis revolver dari tersangka. Dugaan mereka ini jaringan Lapas Medaeng," jelas Fadil yang juga didampingi Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko .

Sementara itu, Kombes Pol Sandi Nugroho menyebut bahwa penyergapan terhadap IWS itu bermula dari pengungkapan jaringan awal. Di mana Unit I menangkap tersangka AU alias Badrun, warga Ngagel Surabaya. Kemudian dikembangkan menangkap temannya bernama WR alias Ipek (23), warga Ngagel Surabaya.

"Kedua tersangka awal ini mendapat sabu dari tersangka Iwan. Waktu itu kami sita 125 gram sabu dari keduanya," ungkap Sandi.

Petugas saat menunjukkan barang bukti (foto: istimewa)

Selanjutnya penangkapan dilakukan kembali terhadap An (37), warga Wonokromo, Surabaya. Dari tersangka Andrianto disita satu gram sabu. Hasil interogasi diketahui sabu itu didapat dari tersangka YK (46), warga Sukodono, Surabaya yang kemudian ditangkap dengan barang bukti 26 gram sabu.

"Tersangka YK ini mengaku mendapat barang dari IWS dan kami lakukan penyelidikan. Anggota akhirnya menyelidiki ke lokasi," jelasnya.

Sandi menambahkan, setelah menyergap IWS saat hendak meninggalkan apartemen, Tim Unit I Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dan Satreskrim Polrestabes Surabaya menggeledah kamar apartemen IWS di Surabaya Timur. Dalam penggeledahan itu ditemukan 90 kilogram sabu dan 4000 butir pil happy five.

"Sabu itu disimpan dalam tas besar di dalam apartemen tersebut," ujarnya.

Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian menjelaskan, setelah menggeledah kamar apartemen milik IWS, ia dan timnya menuju rumah kontrakannya di Jalan Kartini, Surabaya. Saat digeledah ditemukan 10 kilogram sabu.

"Jadi dari tersangka IWS, kami sita 100 kilogram sabu. Dan jika ditotal dengan jaringannya yang kami tangkap sebelumnya itu, total kami sita 100,200 kilogram sabu," beber Memo.

Dari catatan, tersangka IWS bertransaksi dengan semua jaringannya menggunakan kode kue. Dia mendapat sabu dan narkoba jenis lain secara ranjau dari Slipi, Jakarta.

"Masih kami lakukan pengembangan lagi sesuai arahan Pak Kapolres dan Pak Kapolda," tandas AKBP Memo. (Dap)