Posko Check Point Tenggilis Terapkan Wajib Bermasker hingga Semprot Disinfektan

Iklan

Posko Check Point Tenggilis Terapkan Wajib Bermasker hingga Semprot Disinfektan

@surabayaaktual
03/05/20
Petugas di posko check point saat melakukan pemeriksaan pengendara yang akan melintas (Foto: Redaksi)

Surabayaaktual.com -
Dalam mengantisipasi persebaran pandemi Covid-19, warga RW 06 Kelurahan Tenggilis Mejoyo, Surabaya, sepakat terapkan protap pencegahan. Protap pencegahan itu dilakukan dengan pemasangan posko check point yang berada di titik pintu masuk perbatasan kampung.

Dari pantauan di lokasi, Minggu (03/05/2020) sekitar pukul 22.30 WIB, sejumlah pengendara motor pun diminta putar balik karena tidak menggunakan masker. Tak hanya pengendara motor, pedagang kaki lima pun juga diminta demikian.

"Endi maskere, (Mana maskernya). Ayo golek masker disek (ayo cari masker dulu)," kata salah satu petugas posko check point kepada pengendara motor tak bermasker.

Selain mengimbau warga agar menggunakan masker, petugas di titik posko check point juga melakukan penyemprotan cairan disinfektan kepada setiap pengendara yang akan melintas di wilayah tersebut.

Di waktu terpisah, Koordinator BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat), Kelurahan Tenggilis Mejoyo Surabaya, M Saroil mengatakan, upaya ini sebagai langkah mendukung pemerintah dalam mencegah persebaran pandemi Covid-19. Selain itu, bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Untuk sekarang ini titik posko check point cuma sebatas penjagaan. Bagi warga yang melintas namun tidak bermasker, kami imbau agar mereka kembali," kata Saroil.

Petugas di posko check point juga melakukan penyemprotan disinfektan (Foto: Redaksi)

Namun demikian, untuk pengecekan suhu tubuh, Saroil mengaku, hal ini belum bisa dilakukan. Pasalnya, pihaknya belum mempunyai alat untuk pengecekan suhu tubuh seperti Thermo Gun.

"Untuk Thermo Gun kita belum punya, kita harap ada, tapi kan karena harganya cukup mahal," ujarnya.

Karena itu, pihaknya berharap, ke depan ada perusahaan ataupun donatur yang mau memberikan donasi berupa Thermo Gun untuk mendukung kegiatan tersebut.

"Dalam waktu dekat kita rencananya ingin mengajukan ke perusahaan sekitar (kampung, red) agar mendapat bantuan Thermo Gun untuk mendukung kegiatan kami ini," terangnya.

Posko check point ini mulai beroperasi sejak pukul 21.30 - 05.00 WIB. Secara swadaya, warga melakukan penjagaan di titik posko ini secara bergiliran. (a1)