Terjaring Operasi PJR Jatim, Ratusan Pemudik dari Jakarta Menuju Bangkalan Dikarantina

Iklan

Terjaring Operasi PJR Jatim, Ratusan Pemudik dari Jakarta Menuju Bangkalan Dikarantina

@surabayaaktual
19/05/20
Ratusan pemudik saat diamankan untuk dilakukan pendataan lebih lanjut (foto: istimewa)

Surabayaaktual.com - Tiga bus yang membawa ratusan pemudik dari Jakarta, menuju Kabupaten Bangkalan, dikarantina. Bus-bus tersebut, terjaring operasi petugas Sat PJR Jatim III Ditlantas Polda Jatim, di KM 740 Tol Surabaya-Mojokerto, pada Senin (18/5/2020) malam, dengan mengangkut sebanyak 112 orang.

Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim, Kompol Dwi Sumrahadi mengatakan, setelah menghentikan tiga bus berisi rombongan pemudik asal Bangkalan, Madura tersebut, pihaknya kemudian melakukan pemeriksaan penumpang sesuai protokol COVID-19, dan berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas COVID-19 Jatim.

"Setelah dihentikan, diperiksa, karena muatannya banyak, langsung kami berkoordinasi dengan Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Jawa Timur. Oleh gugus tugas provinsi langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan," ujarnya saat dihubungi via telepon, Selasa (19/5/2020).

Ia juga menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Tim Gugus Tugas Pronvisi Jawa Timur. Kemudian rombongan tidak serta-merta disuruh balik, namun para pemudik tetap diarahkan ketujuannya, yakni di Bangkalan untuk dilakukan karantina.

"Diarahkan ke tujuannya di sana, kemudian dilakukan kartina dan dilakukan pemeriksaan dengan dengan menggunakan rapid test di Bangkalan sana. Kemudian kita kawal sampai tujuan. Penumpangnya turun terus kita serahkan dan kami membuat berita acara untuk laporan ke Tim Gugus Tugas Bangkalan. Kemudian kita kembali dengan kendaraannya (tiga unit bus)," imbuhnya.

Ratusan pemudik ini juga dilakukan pengecekan suhu tubuh oleh petugas (Foto: Istimewa)

Dari ke 112 penumpang yang terjaring, tuak hanya penumpang dewasa saja, bahkan ada penumpang anak-anak dan balita. Saat dilakukan pemeriksaan dokumen kesehatan, dari semua penumpang hanya ada 1 orang saja yang membawa dokumen tersebut.

"Hanya satu orang yang memiliki keterangan dari RT dan Kelurahan setempat yang menjenguk orang sakit. Yang lain tidak ada surat-suratnya. Sedangkan duduknya di bus tidak ada physical distancing juga," ungkap Dwi Sumrahadi.

Sementara itu, untuk tiga unit bus bernopol B 7334 VGA, B7287 VGA, dan B 7129 PGA yang mengangkut rombongan tersebut, dilakukan penindakan tilang oleh petugas.

Dwi juga menjelaskan, ketiga unit bus tersebut telah melanggar pasal Pasal 308 huruf a dan b dan juga pelanggaran terhadap Permenhub RI no. PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama masa mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka pencegahan penyebaran  Covid-19 sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 dan pasal 3.

"Untuk patroli tetap kita lakukan. Kita tetap mengantisiapasi larangan mudik, karena dari pemerintah belum ada larangan mudik kita tetap lakukan seperti itu," pungkas dia (dap)