Unit Harda Polrestabes Surabaya Bongkar Praktik Pengembang Perumahan Bodong

Iklan

Unit Harda Polrestabes Surabaya Bongkar Praktik Pengembang Perumahan Bodong

@surabayaaktual
16/05/20
Konferensi pers bongkar praktik pengembang perumahan bodong (dok. Humas Polrestabes Surabaya)

Surabayaaktual.com - Unit Harda Satreskrim Polrestabes Surabaya kembali membongkar praktik pengembang perumahan bodong. Kali ini, meluasnya korban atas penjualan rumah fiktif di Perumahan Green Ar-Rayah di Jalan Jemur Gayungan Surabaya berhasil digagalkan.

Kanit Harda Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Giadi Nugroho menjelaskan, Perumahan Green Ar-Rayah itu dikelolo PT. JSI dengan direktur utamanya berinisial MR (34). Rencananya, perumahan tersebut akan dibangun 10 unit rumah masing-masing berlantai dua dan akan dijual Rp 800 juta per unit.

“Kami temukan praktik pengembang perumahan itu ketika sudah ada dua orang yang memesan,” kata Iptu Giadi Nogroho saat menggelar konferensi pers di Gedung Anindita Polrestabes Surabaya, Jumat (15/5/2020).

Setelah menemukan praktik kotor PT JSI itu, Iptu Giadi Nugroho dan timnya langsung melakukan penyelidikan. Setelah dilakukan penyelidikan didapati barang buktinya mencukupi kriteria pelanggaran hukum. Kemudian, MR diamankan petugas dan dimintai keterangan.

“MR sudah kami tetapkan sebagai tersangka atas praktik yang dilakukannya,” tegas Alumni AKPOL Tahun 2012 ini.

Menurut Iptu Giadi, diamankannya MR tersebut sebagai langkah pencegahan sekaligus penindakan kepolisian. Sebab, berkaca dari kasus perumahan fiktif berlabel syariah beromzet ratusan miliar yang sebelumnya dibongkar, tercatat ada ratusan korban.

MR ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka lantaran PT JSI belum menyelesaikan status hak atas tanahnya. Karena status hak atas tanahnya masih berupa Surat Hak Milik (SHM) atas nama orang lain dan bukan atas nama PT JSI.

“PT JSI sudah membuat kesepakatan pembelian tanah dengan pemilik tanah dengan nilai Rp 1,7 miliar dengan DP 10 persen atau Rp 10 juta. Nah dalam perjanjian itu, sisanya akan dibayarkan sesuai dengan batas waktu yang sudah tertera dalam perjanjian,” terang Iptu Giadi Nugroho.

Dalam penangangan kasus ini, Penyidik Unit Harda Satreskrim Polrestabes Surabaya mengamankan 4 bandel kwitansi penjualan PT JSI, 1 lembar surat perjanjian tertanggal 08 Agustus 2019, 1 bendel copy leg perjanjian pembelian tanah Green Ar-Rayah Jemur Gayungan No. 2365/L/lll/202019I. 06 Maret 2020 dan 1 lembar surat pemesanan unit.

Kemudian, selembar kwitansi nomor 53 tanggal 13 Juni 2019 sebesar Rp 5 juta, 20 lembar brosur Perumahan Jemur Gayungan serta 1 bendel blanko surat pemesanan unit PT JSI.

“Kami terapkan Pasal 154 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” pungkas Iptu Giadi. (SR/A1)