Sambut Tahun Ajaran Baru, Pemkot Surabaya Siapkan Fitur Belajar Unik untuk Siswa

Iklan

Sambut Tahun Ajaran Baru, Pemkot Surabaya Siapkan Fitur Belajar Unik untuk Siswa

Editorial
03/06/20
SMPN 5 Surabaya
SMP Negeri 5 Surabaya (istimewa)


Surabayaaktual.com - Menyambut datangnya tahun ajaran baru 2020, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah menyiapkan fitur pembelajaran yang unik untuk anak-anak. Hal ini bertujuan agar sistem pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 bisa lebih efektif dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, (03/06/2020).

Irvan menyatakan, akan memanfaatkan fitur-fitur yang telah dikenal anak-anak agar sistem pembelajaran di sekolah itu bisa lebih efektif. "Kita nanti akan membuat fitur-fitur baru yang mengena ke anak-anak. Sehingga anak-anak itu nanti bisa membaca, misal ketika di sekolah harus begini-begini," kata Irvan.

Mantan Kasatpol PP Surabaya ini juga menyatakan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menggunakan tokoh-tokoh super hero dalam film animasi untuk metode pembelajaran di sekolah. Sebab, saat ini eranya adalah media sosial, sehingga anak-anak dinilai lebih familiar dengan karakter itu.

"Mungkin juga di sekolah-sekolah nanti kita pasang gambar-gambar yang intinya akrab dari lapisan anak-anak. Kalau jenjang SD gambar seperti ini, kalau SMP seperti ini," ungkap dia.

Namun demikian, Irvan menyebut, terkait kapan dimulainya tahun ajaran baru proses belajar dan mengajar di sekolah, pihaknya masih menunggu surat atau pedoman resmi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pasalnya, pedoman resmi itu bakal disesuaikan dengan Surat Edaran (SE) Wali Kota Surabaya terkait protokol kesehatan.

"Jadi nanti kita akan tetap mengacu pada surat edaran wali kota terkait protokol kesehatan yang sudah disampaikan. Kita juga akan berdiskusi mendalam dengan teman-teman dari Dispendik," katanya.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto (istimewa)
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto (istimewa)

Akan tetapi, Kepala BPB dan Linmas Kota Surabaya ini menyebut, ketika nantinya Kemendikbud mengharuskan proses belajar dan mengajar melalui sistem tatap muka langsung, maka kesiapan mitigasi juga harus dipikirkan. Tak hanya untuk para orang tua, tapi juga anak-anak yang menempuh pendidikan di sekolah.

"Bahwa anak-anak ini harus merubah pola berpikirnya. Kalau dulu ketika di sekolah setelah itu main dan berkelompok, nah hal-hal seperti ini harus dimitigasikan supaya mereka nanti paham ketika di sekolah harus begini-begini dan sebagainya. Dan itu memang saat ini sedang kita diskusikan dengan Dispendik," terangnya.

Oleh karena itu, Irvan menyatakan, bahwa metode atau pola pembelajaran yang diterapkan memang harus disesuaikan dengan ketertarikan anak-anak. Sehingga diharapkan pola pembelajaran itu bisa berjalan efektif dan efisien dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Protokol yang lain nanti kita sesuaikan di situ, namun yang pertama anak-anak kan harus tertarik dulu. Nah, ketika dia tertarik maka dia akan menyimak," tandasnya. (R1/A1)