Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Ringkus Tiga Pengedar Pil Koplo

Iklan

Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Ringkus Tiga Pengedar Pil Koplo

@surabayaaktual
24/06/20
Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari para tersangka (ist)

Surabayaaktual.com - Anggota unit idik I Satreskoba Polrestabes Surabaya meringkus tiga pengedar pil Trihexyphenidyl atau dikenal dengan pil Yarindo. Mereka adalah BEP (40), AS (21), dan HA (38). Ketiganya berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur.

Pengungkapan kasus itu bermula dari penangkapan BEP dan AS di warkop di Jalan Surowongso, Sidoarjo pada Rabu (3/6/2020). Pada hari yang sama, HA ditangkap di rumahnya Sidoarjo.

Penangkapan ketiganya berawal ketika petugas mendapatkan informasi bahwa mereka kerap bertransaksi narkoba jenis sabu-sabu.

"BEP kami amankan dan ditemukan barang bukti. AS kami lihat mondar-mandir di depan warkop. Saat kami amankan dia mengaku pernah beli sabu-sabu kepada BE. Kami kembangkan, HA juga berhasil kami amankan," kata Kasatreskoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian, Selasa (23/6) siang.

Barang bukti pil Yarindo itu ditemukan saat petugas menangkap BEP. Selain itu, pipet kaca dan seperangkat alat hisap sabu-sabu. Namun, barang bukti sabu-sabu belum ditemukan. Saat menangkap HA, petugas juga menemukan timbangan elektrik.

Memo menambahkan, pil Yorindo tersebut termasuk golongan pil koplo. Pengedar kerap mengedarkannya secara ilegal. Bedanya dengan pil dobel, bentuk pil ini terdapat logo Y. Sementara itu, pil dobel L berlogo LL. Pil ini jika dikonsumsi dapat menyebabkan pengonsumsinya mabuk.

Selain itu, harganya juga disebut lebih mahal dibandingkan pil dobel L. "Efek sampingnya lebih besar daripada pil dobel L," kata alumni Akademi Kepolisian (Akpol), 2002 itu.

Menurut dia, ketiga tersangka diduga kuat pengedar pil Yarindo di wilayah Surabaya di sekitarnya. Dugaan ini dikuatkan dengan banyaknya barang bukti yang mencapai dua dus. Kini polisi masih mengembangkan kasus ini.

"Kami masih analisa handphone tersangka untuk mencari tahu alur jaringannya," pungkas mantan Kasatreskrim Polresta Barelang, Kepulauan Riau itu.

Sementara itu, dihadapan penyidik, para tersangka cenderung terdiam. Selain kata tidak tahu, tidak sedikitpun keterangan yang keluar dari mulutnya. "Gak tahu pak," aku BEP. (Dap/a1)