Dua Pengedar dan Pembuat Uang Palsu Ditangkap Polisi

Iklan

Dua Pengedar dan Pembuat Uang Palsu Ditangkap Polisi

@surabayaaktual
30/07/20
Konferensi pers ungkap kasus peredaran uang palsu (ist)

Surabayaaktual.com - Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil mengungkap kasus pembuatan dan peredaran uang palsu.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum menyampaikan, ada dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Masing-masing berinisial BBT (26) warga Surabaya dan MY (43) warga menganti, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

“Kedua tersangka memiliki peran yang berbeda-beda. Satu pembuat uang palsu, sedangkan yang satunya lagi pemodal dan sekaligus yang memasarkan,” kata AKBP Ganis dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Rabu (29/07/2020).

Selain mengamankan kedua orang tersangka, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga menyita sejumlah barang bukti.

Di antaranya, uang palsu pecahan Rp 100 ribu sebanyak 101 lembar, uang palsu pecahan Rp 50 ribu sebanyak 128 lembar dan uang palsu pecahan Rp 20 ribu sebanyak 1 lembar.

Selain itu, kata AKBP Ganis  diamankan pula alat-alat pembuat uang palsu seperti printer yang telah dikombinasi dengan mesin foto copy, satu buah tas punggung warna hitam, satu sepeda motor warna hitam tahun 2015, dua buah gunting kertas, 80 lembar kertas Concorde yang sudah tercetak uang palsu pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu serta 240 lembar kertas Concorde yang belum tercetak.

“Peredaran uang palsu ini sudah ada di seluruh Indonesia. Tersangka melakukan transaksi via media sosial facebook. Dia menawarkan uang palsu dengan sistem satu banding tiga. Artinya satu uang asli dihargai dengan 3 uang palsu milik tersangka,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pengiriman uang palsu ini dilakukan dengan menggunakan jasa ekspedisi seperti ataupun lewat cash on delivery (COD).

“Ada yang dikirim ke Sumatera, Kalimantan, Bali, Jawa Timur dan berbagai daerah lainnya,” kata Ganis.

Dari hasil penyelidikan, sudah ada uang palsu senilai Rp 20 juta yang telah beredar di masyarakat.

Karena itu, AKBP Ganis mengimbau agar masyarakat waspada jangan sampai menjadi korban uang palsu ini

“Untuk masyarakat lakukan pengecekan setiap dapat kembalian atau pembayaran barang dan jasa dengan cara menggunakan metode 3D, dilihat, diraba dan diterawang. Dengan begitu bisa tahu apakah uang yang diterima asli atau palsu,” tutupnya. (hum)