Bandar Sabu yang Tewas Rupanya Miliki Identitas KTP Palsu Polri

Iklan

Bandar Sabu yang Tewas Rupanya Miliki Identitas KTP Palsu Polri

@surabayaaktual
22/09/20
Jumpa pers kasus penyalahgunaan narkotika di Mapolrestabes Surabaya, Senin (22/9/2020) malam. (Ist)

Surabayaaktual.com - Satresnarkoba Polrestabes Surabaya berhasil menggagalkan pengiriman 20 kilogram sabu-sabu (SS). Penggagalan ini merupakan hasil pengembangan tersangka sebelumnya yang sempat diberi tindakan tegas, terukur dan keras.

Kedua tersangka terpaksa diberi tindakan tegas, terukur, dan keras yaitu, inisial R (22) warga Palembang, Sumatera Selatan dan N (41), warga Surabaya, Jawa Timur. Sementara satu tersangka lain, yakni AH (30), warga Palembang ditembak di kakinya.

Tersangka N dan R sempat melawan ketika dikeler ke lokasi tempat penyimpanan sabu miliknya. Namun, karena melawan, akhirnya petugas terpaksa memberikan tindakan tegas, terukur, dan keras. Alhasil, kedua tersangka pun akhirnya tewas tertembus timah panas saat menuju perjalanan ke rumah sakit.

Bahkan, tersangka N yang dikeler ke wilayah Perak Utara itu sempat mengambil belati dalam sebuah tas miliknya dan menyabetkan ke arah anggota.

"Anggota mengalami luka di tangan kirinya. Ia mendapat lima jahitan," kata Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian di Mapolrestabes Surabaya, Senin (22/9/2020).

Penangkapan ini berawal ketika hasil penyelidikan diketahui akan ada pengiriman sabu melalui jalan darat dengan menumpang sebuah bus. Sabu ini diketahui dikirim oleh dua orang menumpang bus jurusan Jakarta-Surabaya.

Satresnarkoba Polrestabes Surabaya yang sudah mengintai, mengetahui bus berada di Jalan Tol Legundi-Mojokerto. Dari hasil pengintaian itu, akhirnya polisi berhasil mengamankan 20 kilogram sabu dari kedua tersangka.

Sabu tersebut, menggunakan bungkus hijau dan disimpan dalam dua buah koper. Hasil penyidikan, keduanya mengaku mendapat perintah dari seseorang mengirim 15 kilogram sabu ke Jawa Barat dan 20 kilogram ke Jawa Timur. Tak lama kemudian, ada seseorang menghubungi R.

Diduga, inisial PB yang menyuruh R yang menghubungi. Saat itu, R diminta mengirim sabu ke sebuah hotel di wilayah Perak Timur. Polisi akhirnya menyamar dan mendapati tersangka N berada di depan hotel menunggu kiriman sabu.

"Kami ringkus tersangka dan ia mengakui jika menunggu sabu dari PB yang dikirim R dan AH," ujar AKBP Memo.

Saat dikeler, keduanya melawan sehingga terpaksa diberi tindakan tegas, terukur, dan keras karena melawan anggota. Bahkan, N melukai anggota hingga mendapat lima jahitan. Dari tersangka N, polisi mendapati Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu yang tertulis pekerjaannya sebagai Polri.

"Pekerjaannya Polri, namun menggunakan Anjar Muchlis, dan nama lain tapi sama fotonya," katanya.

Tersangka yang ditembak mati ini merupakan level II pengedar sabu di Indonesia. Pihaknya masih terus mencari pengedar level I. Pasalnya, kasus ini ada diduga ada hubungan dengan jaringan Palembang yang pernah diungkap Ditresnarkoba Sumatera Selatan. Diduga, jaringan ini dikendalikan napi di Lapas Sumsel. 

Sementara tersangka AH, diketahui baru sekali melakukan pengiriman tersebut. "Tersangka (AH, red) ini terancam hukuman mati," pungkas AKBP Memo. (Dap)