Baru Bebas dari Program Asimilasi, Dua Residivis Curanmor Kembali Dibekuk Polisi Surabaya

Iklan

Baru Bebas dari Program Asimilasi, Dua Residivis Curanmor Kembali Dibekuk Polisi Surabaya

06/09/20
Kedua tersangka saat diamankan di Mapolsek Tegalsari Surabaya (Ist)

Surabayaaktual.com - Polsek Tegalsari, Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan dua orang tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor. Kedua tersangka yakni, berinisial IM (32) warga Tambaksari Surabaya, dan Gi (37) warga Jalan Blauran, Surabaya.

Kedua tersangka merupakan residivis dengan kasus sama dan baru bebas dari program asimilasi. IM diketahui bebas dari Lapas Lamongan pada 19 Agustus lalu. Sedangkan Gi, bebas dari Lapas Trenggalek pada 4 Agustus lalu.

Kanit Reskrim Polsek Tegalsari Surabaya, Iptu Made Sutanya mengatakan, keduanya ditangkap setelah melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor di kawasan Jalan Kupang Panjaan Surabaya pada awal September lalu. 

"Keduanya baru saja bebas pada bulan Agustus kemarin mendapatkan asimilasi. Kemudian melakukan kejahatan kembali," kata Iptu Made, Minggu (6/9/2020). 

Made menjelaskan, terungkapnya kasus ini berawal saat keduanya melakukan aksi pencurian motor di sebuah rumah di Jalan Kupang Panjaan, Surabaya pada Selasa (1/9/2020). Namun, dalam aksinya keduanya terekam oleh kamera CCTV milik warga.

"Dalam aksinya mereka terekam camera CCTV milik warga. Setelah kami melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku, keduanya kami amankan di rumahnya masing-masing," ungkap Made.

Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua tersangka (Ist)

Dari pengakuan kedua tersangka, Made mengungkapkan, bahwa setelah bebas dari program asimilasi mereka telah lebih dari satu TKP (Tempat Kejadian Perkara) melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor. "Di wilayah Tegalsari satu dan wilayah Tandes satu," kata Made. 

Made menambahkan, saat ini pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Lapas yang terkait, untuk melakukan pencabutan asimilasi kedua tersangka. 

Atas kejahatan kedua tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit motor beserta STNK, uang tunai Rp1,5 juta, peralatan kunci T hingga alat gerinda mesin. Keduanya kini terancam Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. (Den/A1)