Curhat Biduan Dangdut di Kala Pandemi, Susahnya Dapat Izin Manggung dari Perangkat Kampung

Iklan

Curhat Biduan Dangdut di Kala Pandemi, Susahnya Dapat Izin Manggung dari Perangkat Kampung

@surabayaaktual
13/09/20
Biduan Dessy Arisandi (kiri-kanan), Reza Amorza, Tutus Monica, dan Nuriska Pramyta, saat di acara Kopdar APSI Surabaya. (Foto: Ist)

Surabayaaktual.com - Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan izin bagi para biduan yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Seni Indonesia (APSI) untuk bisa mendapatkan job manggung, namun mereka rupanya masih harus mengalami kendala lain. Pasalnya, tak semua pihak memberikan izin panggung dangdut.

Hal ini diungkapkan oleh Nuriska Pramyta. Pekerja seni yang tergabung dalam APSI Surabaya ini mengaku masih sebagian Biduan yang bisa mendapatkan job manggung. 

"Sebagian sudah bisa manggung, job-joban, sebagian ada yang belum. Jadi belum lancar seperti dahulu, masih ada yang ragu memberikan izin, seperti pihak-pihak tertentu," kata Nuriska di sela acara kopdar APSI Surabaya, di Gedung Cak Durasim, Sabtu (12/9/2020) malam.

Saat ditanya pihak mana saja yang tak mengizinkan adanya panggung dangdut, meskipun sudah menjalankan protokol kesehatan, Nuriska menjawab, jika penolakan kebanyakan dari perangkat kampung dan kepolisian setempat. 

"Dari RT, RW, Kelurahan, Polsek. Malah kalau Polrestabes tahu semua, pasti ngebolehin (diizinkan). Sudah tau soal Aliansi Pekerja Seni Indonesia (APSI) Surabaya. Ada beberapa yang enggak boleh, dan itu tertentu sih mas kalau dari wilayahnya," imbuhnya. 

Ia mengatakan, susahnya para biduan mendapatkan izin manggung itu mayoritas berada di daerah Surabaya Barat. "Di daerah Surabaya Utara sudah banyak yang bisa, tetapi tergantung dari kampungnya. Kalau untuk Surabaya Barat yang belum bisa, dan kebanyakan dari perangkat RT, RW, Kelurahan, dan Polsek setempat," jelas dia. 

Menurut dia, alasan para perangkat tersebut karena masih ragu dalam memberi izin. Padahal, keinginan para biduan untuk mendapatkan job nyanyi sudah tinggi. 

"Kadang dipersulit, mungkin masih ragu mereka memberikan izin, padahal kita sudah izin. Keinginannya seperti yang dahulu, normal lagi, bisa bekerja lagi, kasihan kan yang butuh pemasukan, seperti janda seperti saya ini," kata Nuriska. 

Sementara, Biduan lain yang juga ada di lokasi kopdar APSI Surabaya adalah Reza Amorza. Ia menjelaskan perihal kopdar kali ini, yang didatangi oleh banyak pihak seperti APSI pusat, dan Dewan Kesenian Provinsi Jawa Timur. 

"Ini Kopdar untuk silaturahmi, dan mempererat, khususnya anggota APSI Surabaya wilayah Barat. Sebagian juga ada pengurus APSI pusat, yang datang ke Korwil Surabaya Barat," pungkasnya. (DAP)