Lagi, Bandar Narkoba di Jatim Tewas Ditembus Peluru

Iklan

Lagi, Bandar Narkoba di Jatim Tewas Ditembus Peluru

@surabayaaktual
21/09/19
Jenazah tersangka saat tiba di RSU Dr Soetomo Surabaya, Senin (21/9) dini hari. (Ist)

Surabayaaktual.com -  Komitmen anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dalam memberantas peredaran narkotika di Jawa Timur memang bukan isapan jempol belaka.

Setelah menembak mati dua bandar dengan barang bukti 46 kilogram, kali ini yang menjadi target adalah jaringan atasnya.

Tidak main-main, seorang bandar dan kurir sabu-sabu terbesar nomor dua di Jatim tewas ditangan petugas. Mereka berinisial R warga Sumatera Selatan dan dan NK warga Jawa Timur.

Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian menyatakan, pihaknya terpaksa melakukan tindakan tegas terhadap tersangka, karena melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam hingga salah satu anggotanya mengalami luka.

"Saat tersangka akan mengambil paket tas berisi sabu, ternyata terdapat sebilah parang dan melakukan penyerangan. Satu anggota kami mengalami luka dibagian lengan sebelah kiri," kata Memo kepada awak media di Kamar Jenazah RSU Dr Soetomo, Senin (21/9/2020) dini hari.

Karena itu, petugas pun terpaksa harus melakukan tindakan tegas, keras dan terukur terhadap keduanya, karena terus berusaha merangsek dan mengabaikan tembakan peringatan.

AKBP Memo menjelaskan, salah satu tersangka merupakan atasan dari tersangka inisial FR (32) yang ditembak mati sepekan lalu karena berusaha melawan petugas.

"Salah satu tersangka ini adalah atasan dari tersangka yang kami lakukan tindakan tegas sepekan sebelumnya. Dan ini merupakan kaki tangan langsung dari UA bandar besarnya, yang saat ini kami tetapkan sebagai DPO," papar Memo.

Usai memberikan tindakan tegas, terukur dan keras, petugas berusaha memberikan pertolongan dengan membawanya ke rumah sakit terdekat. "Namun sangat disayangkan, keduanya meninggal saat dalam perjalanan," pungkasnya.

Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti tas ransel biru berisi Sabu seberat 20 kilogram dan sebilah parang yang digunakan menyerang petugas. Untuk kepentingan penyidikan, keduanya dibawa ke RSUD dr Soetomo untuk dilakukan otopsi. (Dap)