Komplotan Curanmor Ini Mampu Mengamuflase Nomor Rangka dan Mesin Motor

Iklan

Komplotan Curanmor Ini Mampu Mengamuflase Nomor Rangka dan Mesin Motor

@surabayaaktual
05/09/20
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko saat press rilis di Mapolda Jatim, Jumat (4/9) | Foto: Ist

Surabayaaktual.com - Anggota Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur berhasil menangkap sindikat pencuri motor sekaligus pemalsu nomor rangka (Noka) dan nomor mesin (Nosin) motor.

Kasus itu melibatkan tiga orang tersangka, masing-masing berinisial SKH (38), Y (44), dan C (40). Ketiganya diketahui merupakan warga asal Rembang, Pasuruan Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, aksi itu terjadi pada 26 Mei, 24 Juli dan 30 Juni 2020. Kejadian pertama adalah pencurian dengan pemberatan atau curat. Kedua, tindak pidana pemalsuan surat dan persekongkolan jahat secara bersama-sama. Dan, ketiga adalah curat dan penadahan.

"Dalam hal ini penyidik berhasil mengamankan tiga orang tersangka. Yakni inisial SKH, Y dan C. Ketiganya memiliki peran masing-masing yang berbeda," kata Trunoyudo saat press rilis di Mapolda Jatim, Jumat (4/9/2020).

Ia mengungkapkan, bahwa komplotan ini memiliki kemampuan mengamuflase atau perubahan, terkait nomor rangka dan mesin motor. Dari kemampuan ini kemudian menjadikan seolah olah kendaraan hasil curian itu sah teregister di regident Ditlantas.

"Para pelaku pencurian pemberatan ini menerima order berdasarkan jenis kendaraan roda dua," ungkap Trunoyudo.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka (Ist)

Hal itu kemudian disamakan dengan STNK dan BPKB yang dimiliki mendasari dengan pembelian hasil kendaraan kecelakaan lalu lintas. Nah, dari pembelian itu, kemudian dijual lagi oleh tersangka.

Tentunya, harganya yang ditawarkan menjadi normal. Sebab, tersangka ini membeli surat menyurat asli, kemudian membeli hasil kendaraan curat dan mengambil keuntungan.

Dalam mengidentifikasi sesuai tidaknya walaupun angka nomor huruf sama, namun bisa saja secara identifikasi berbeda ini akan merugikan masyarakat. Artinya, fungsi kepolisian juga mampu melakukan register dan identifikasi nomor mesin yang ada di Indonesia.

Meski demikian, Kabid Humas Polda Jatim mengimbau masyarakat untuk lebih ekstra hati-hati ketika akan membeli kendaraan bekas. Sebelum dibeli, sebaiknya dilakukan pengecekan terlebih dahulu di samsat terdekat. Ini dilakukan untuk mengecek keabsahannya. (CIC/A1)