Puluhan Pelanggar Prokes di Wilayah Hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak Jalani Sidang di Tempat

Iklan

Puluhan Pelanggar Prokes di Wilayah Hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak Jalani Sidang di Tempat

@surabayaaktual
16/09/20
Salah satu pelanggar protokol kesehatan saat menjalani sidang di tempat (Istimewa)

Surabayaaktual.com - Puluhan warga terjaring operasi yustisi, yang dilakukan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, karena melanggar Protokol Kesehatan (Prokes) dengan tidak menggunakan masker. Meski begitu, 44 pelanggar ini, langsung melaksanakan sidang di tempat. 

Operasi yustisi yang dilakukan di Jalan Pogot, Kelurahan Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya ini, adalah operasi gabungan yang dilaksanakan beberapa pihak. 

"Kita Polres Pelabuhan Tanjung Perak, mulai dari kemarin sudah melakukan operasi yustisi, bekerja sama dengan Satpol PP Kota, Kecamatan, Koramil, Pengadilan Negeri, dan Kejaksaan. Kami melakukan operasi yustisi secara stasioner maupun mobile. Lah pagi ini, kami melakukan operasi yustisi stasioner," kata Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kompol Anggi Saputra, Rabu (16/9/2020) pagi. 

Dalam operasi yustisi ini, sasaran yang dicari adalah warga yang melanggar protokol kesehatan, dengan tidak memakai masker, saat berada di luar rumah. 

"Kami mencari, masyarakat yang tidak menggunakan masker, untuk kita laksanakan sidang di tempat," jelasnya. 

Untuk operasi yustisi hari ini, berhasil menjaring 44 warga yang masih bandel tidak menggunakan masker. Mirisnya lagi, mereka yang melanggar, tak jarang membawa anaknya yang masih balita, dan juga tak memakai masker. 

"Sementara yang terdata kali ini sebanyak 44 orang, untuk masyarakat yang tidak menggunakan masker, langsung melaksanakan sidang di tempat, tuntutan variatif, tergantung hakim yang memutuskan," ungkap Anggi.

Pelanggar protokol kesehatan juga diberikan hukuman push up (Istimewa)

Selain sanksi denda, hakim juga memberikan sanksi yang berbeda pada para pelanggar protokol kesehatan ini. 

"Apa bila hakim merasa yang bersangkutan tidak bisa membayar denda, mereka diminta putusan untuk melaksanakan sanksi sosial, berupa bersih-bersih dan push up," terangnya. 

Anggi memastikan, pihaknya akan terus melakukan operasi yustisi secara rutin agar bisa memutuskan rantai penyebaran Covid-19.

"Terus, ini operasi akan kami laksanakan rutin, baik pagi maupun malam, di titik-titik menurut evaluasi kami, yang masih menjadikan episentrum daerah Covid 19, dan juga masyarakat yang tidak menggunakan masker," terangnya.

Sebelumnya, tiga pilar ini juga melakukan operasi yustisi, untuk meningkatkan kedisiplinan warga Surabaya dalam menjalankan protokol kesehatan. 

"Kemarin kita lakukan operasi yustisi di pintu keluar tol Dupak, yang juga perbatasan antara Surabaya-Gresik, terjaring itu 38 pelanggar, kemudian siangnya kita lakukan lagi operasi yustisi di daerah Krembangan, ini juga merupakan sasaran perbatasan Surabaya-Gresik, wilayah Utara, terjaring 27 pelanggar," pungkasnya. (DAP)